Minggu, 17 Januari 2021

Wirausaha Produk Kerajinan Fungsional Dari Limbah

 

 Diversifikasi Produk dalam Kewirausahaan Produk Kerajinan 

Hukum ekonomi dasar menjelaskan hubungan antara ketersediaan barang di pasar (supply) dan permintaan pembeli (demand). Ketersediaan barang yang melebihi permintaan pembeli akan menurunkan harga barang. Apabila banyak produsen memproduksi barang yang sama dan ketersediaan barang menjadi terlalu tinggi dibandingkan dengan permintaan pasar, maka harga akan menjadi sangat mudah atau barang tidak laku. Pada saat itulah diperlukan inovasi untuk pengembangan desain produk baru atau target pasar yang baru. 


Pengembangan produk baru dari wirausaha kerajinan hiasan dari limbah dapat berupa pengembangan produk-produk hiasan dengan desain baru atau pengembangan produk baru selain hiasan yaitu produk fungsional. Produk fungsional tersebut dapat terbuat dari bahan baku limbah yang sama, sehingga perolehan bahan baku, teknik, dan alat kerja tidak akan banyak berubah. Perbedaan dapat terdapat pada cara pengemasan dan promosi produk. 


Wirausaha Produk Kerajinan Fungsional Dari Limbah dapat memiliki pasar yang berbeda daripada produk hiasan yang sebelumnya telah dibuat. Pasar yang berbeda menyebabkan pasar sasaran menjadi lebih luas sehingga memberikan tantangan sekaligus peluang lebih luas bagi wirausaha untuk berkembang.


Produk Kerajinan Fungsional Berbahan Limbah

Wirausaha Produk Kerajinan Fungsional Dari Limbah dibuat untuk membantu kegiatan manusia. Sangat banyak kegiatan yang dilakukan manusia dari pagi hingga malam hari. Salah satu kegiatan dasar manusia adalah makan. Kegiatan makan didahului dengan mempersiapkan makanan atau memasak. Kegiatan memasak membutuhkan produk-produk fungsional yang digunakan untuk memasak. Kegiatan selanjutnya adalah penyajian serta kegiatan makan. Beragam produk fungsional dibutuhkan untuk penyajian makanan dan kegiatan makan. Produk alat masak beragam, tergantung dari jenis masakan yang akan dibuat. Alat makan pun beragam tergantung pada jenis makanannya. Kegiatan masak dan makan hanya salah satu dari kegiatan sehari-hari manusia. Masih banyak kegiatan dasar lain yang dilakukan dalam keseharian manusia. Kegiatan tersebut pada umumnya membutuhkan produk fungsional.


Selain kegiatan dasar, setiap orang juga memiliki kegiatan yang berbedabeda bergantung dari usia, jenis pekerjaan, hobi dan lokasi tempat tinggalnya. Seorang remaja yang hobi memancing di danau membutuhkan produk fungsional yang berbeda dengan remaja yang suka mencari siput di sawah. Keragaman kegiatan tersebut membutuhkan produk fungsional yang berbeda-beda pula. Hal ini merupakan peluang untuk berkreasi membuat beragam produk fungsional dari bahan limbah.


Wirausaha Produk Kerajinan Fungsional Dari Limbah dapat berupa kerajinan yang terbuat dari bahan limbah. Kerajinan dari bahan limbah dapat menjadi produk fungsional sederhana yang digunakan sehari-hari. Pemanfaatan limbah untuk produk kerajinan fungsional membuat produk menjadi unik. Produk kerajinan yang memiliki keunikan berpotensi menjadi produk yang diminati konsumen. Produk fungsional memiliki tingkatan nilai estetik yang berbeda-beda.


Setelah membaca materi diatas, jawablah pertanyaan berikut:

Tulis nama lengkap dan kelas sebagai bukti absen kehadiran hari ini.. 

1. Sebutkan 5 bahan-bahan limbah yang dapat dibuat menjadi barang fashion! 

2. Jelaskan cara pembuatannya dari barang fashion diatas (Jelaskan 2 saja)! 


Senin, 11 Januari 2021

Kearifan lokal dan pemberdayaan komunitas

 Materi Sosiologi kelas 12 Ips (12 Januari 2021) 

Kearifan Lokal

Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai: suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup.

Kearifan lokal itu tidak hanya berlaku secara lokal pada budaya atau etnik tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas budaya atau lintas etnik sehingga membentuk nilai budaya yang bersifat nasional.


Contoh: hampir di setiap budaya lokal di Nusantara dikenal kearifan lokal yang mengajarkan gotong royong, toleransi, etos kerja, dan seterusnya.

Pada umumnya etika dan nilai moral yang terkandung dalam kearifan lokal diajarkan turun-temurun, diwariskan dari generasi ke generasi melalui sastra lisan (antara lain dalam bentuk pepatah, semboyan, dan peribahasa, folklore), dan manuskrip.


Kelangsungan kearifan lokal tercermin pada nilai-nilai yang berlaku pada sekelompok masyarakat tertentu.

Nilai-nilai tersebut akan menyatu dengan kelompok masyarakat dan dapat diamati melalui sikap dan tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari.


Kearifan lokal dapat dipandang sebagai identitas bangsa, terlebih dalam konteks Indonesia yang memungkinkan kearifan lokal bertransformasi secara lintas budaya yang pada akhirnya melahirkan nilai budaya nasional.

Di Indonesia,  kearifan lokal adalah filosofi dan pandangan hidup yang mewujud dalam berbagai bidang kehidupan (tata nilai sosial dan ekonomi, arsitektur, kesehatan, tata lingkungan, dan sebagainya).


Contoh: kearifan lokal yang bertumpu pada keselarasan alam telah menghasilkan pendopo dalam arsitektur Jawa. Pendopo dengan konsep ruang terbuka menjamin ventilasi dan sirkulasi udara yang lancar tanpa perlu penyejuk udara.


Pemberdayaan Komunitas dalam Masalah Sosial berdasarkan Kearifan Lokal

Walaupun ada upaya pewarisan kearifan lokal dari generasi ke generasi, tidak ada jaminan bahwa kearifan lokal akan tetap kukuh menghadapi globalisasi yang menawarkan gaya hidup yang makin pragmatis dan konsumtif.

Kearifan lokal yang sarat kebijakan dan filosofi hidup nyaris tidak terimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.




Pemberdayaan Komunitas

Robinson (1994) menjelaskan bahwa pemberdayaan adalah suatu proses pribadi dan sosial; suatu pembebasan kemampuan pribadi, kompetensi, kreatifitas dan kebebasan bertindak.

Ife (1995) mengemukakan bahwa pemberdayaan mengacu pada kata “empowerment,” yang berarti memberi daya, memberi ”power” (kuasa), kekuatan, kepada pihak yang kurang berdaya.


Pemberdayaan Komunitas: suatu proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial guna memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. (Hatu, 2010)

Contoh program pemberdayaan komunitas yang ada di masyarakat adalah :

PNPM Mandiri

LSM

PLP-BK


Pemberdayaan komunitas sejalan dengan konsep Community Development, yaitu: proses pembangunan jejaring interaksi dalam rangka meningkatkan kapasitas dari semua komunitas, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan kualitas hidup masyarakat.


Proses pemberdayaan mengandung dua kecenderungan:

Pertama, proses pemberdayaan yang menekankan pada proses memberikan atau mengalihkan sebagian kekuatan, kekuasaan atau kemampuan kepada masyarakat agar individu lebih berdaya.

Kecenderungan pertama tersebut dapat disebut sebagai kecenderungan primer dari makna pemberdayaan.


Kecenderungan kedua (kecenderungan sekunder) menekankan pada proses menstimulasi, mendorong atau memotivasi individu agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya melalui proses dialog.


Arah Pemberdayaan Komunitas

Pemberdayaan komunitas diarahkan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, misalnya dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pembukaan lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalkan.

Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila warganya ikut berpartisipasi.


Setelah membaca materi diatas, jawablah pertanyaan berikut di kolom komentar.. 

Tuliskan nama, kelas, dan jawaban sebagai bukti absen hari ini

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kearifan lokal! 

2. Sebutkan contoh kearifam lokal yang masih ada di daerahmu! 

Perencanaan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang

Materi Prakarya kelas XI Semester 2 (12 Januari 2021) 

     Kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dengan beragam bentuk dan keunikannya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena itu kita harus mengingat ciptaan Tuhan Yang Maha Agung ini. Sebagai makhluk ciptaan-Nya, kita wajib mensyukuri apa yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita. Manusia yang bersyukur adalah manusia yang selalu menerima Tuhan dengan rasa suka cita dan penghargaan mendalam yang diwujudkan dalam berbagai tindakan. Kemampuan bangsa Indonesia untuk berkreasi, mencipta dan berwirausaha harus disyukuri dan selalu diapresiasi. Sebagai makhluk sosial, tentunya kita wajib menghargai seluruh karya ciptaan manusia. Kini seni kerajinan tumbuh pesat di Indonesia, banyak daerah-daerah yang kemudian menjadi sentra-sentra kerajinan. Kondisi geografis Indonesia merupakan faktor pendukung yang menjamurnya seni kerajinan nusantara. Perkembangan produk kerajinan di Indonesia sangat tergantung dari kemampuan berwirausaha dari masyarakatnya. Oleh karena itu, pemahaman tentang kewirausahaan sangat penting dalam rangka mengembangkan produk kerajinan daerah di nusantara. Dan kali ini kita akan mempelajari wirausaha kerajinan dari limbah bangun ruang.

Sumber Daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang.

Faktor-faktor sumber daya yang mendukung usaha produk kerajinan dari bahan limbah bangun ruang adalah sebagai berikut:

a. Faktor Manusia

Faktor manusia merupakan faktor utama yang mampu mewujudkan usaha karena manusia yang mempunyai ide dan rencana usaha, manusia juga yang akan mewujudkannya. Disini diperlukan manusia yang beretos kerja tinggi, rajin, optimis dan pantang menyerah.


b. Faktor Keuangan

Faktor keuangan merupakan faktor penunjang penunjang usaha. Faktor tersebut digunakan untuk modal usaha dan pemenuhan pengeluaran untuk kepentingan operasi produksi seperti pembelian bahan baku, gaji pegawai, promosi, dan biaya distribusi. Dalam hal ini diperlukan kedisiplinan yang ketat dalam penggunaan dana sehingga segala kegiatan keuangan harus dicatat dan dibukukan secara rapi, teliti, dan terus-menerus.


c. Faktor Organisasi

Dengan adanya faktor organisasi maka sumber daya akan masuk pada suatu pola, sehingga orang-orang akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi.

Dengan adanya organisasi berarti seorang wirausaha dapat:

1. Mempertegas hubungan dengan para karyawan

2. Menciptakan hubungan antarkaryawan

3. Mengetahui tugas yang akan dijalankan

4. Mengetahui kepada siapa karyawan harus bertanggung jawab.

d. Faktor Perencanaan

Perencanaan usaha dapat digunakan sebagai alat pengawas dan usaha. Oleh karena itu, perencanaan harus dibuat oleh wirausaha sejak didirikan, dimulai dari:

1. Merencanakan produk apa yang akan dibuat

2. Memperhitungkan jumlah dana yang diperlukan

3. Merencanakan jumlah produk yang akan dibuat

4. Merencanakan tempat pemasaran produk.

e. Faktor pengawasan Usaha

Dalam lingkungannya dengan kegiatan pembinaan, yang perlu dilakukan wirausahawan adalah sebagai berikut:

1. Menyusun uraian tugas pokok untuk menjalankan usahanya

2. Menyusun struktur organisasi usaha

3. Memperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan

4. Menetapkan balas jasa dan insentif

5. Membuat jadwal usaha

6. Pengaturan mesin-mesin produksi

7. Pengaturan tata laksana usaha

8. Penataan barang-barang

9. Penataan administrasi usaha

10. Pengawasan usaha dan pengendaliannya.

f. Faktor Pemasaran

Faktor pemasaran produk kerajinan adalah sebagai berikut ini:

1. Daya serap pasar dan prospeknya

2. Kondisi pemasaran dan prospeknya

3. Program pemasarannya.

g. Faktor Administrasi

Untuk menunjang kelancaran kegiatannya, sebaiknya seorang wirausaha yang mempunyai catatan tentang kegiatan dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Catatan tersebut dibuat secara kronologis dan kemudian didokumentasikan.



Setelah membaca materi di atas jawablah pertanyaan berikut di kolom komentar.. 

Tuliskan nama dan kelas, kemudian jawabannya sebagai bukti absen. 

1. Menurutmu kerajinan apa yang paling menguntungkan di era saat ini? Jelaskan alasannya! 

2. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang limbah berbentuk bangun ruang! 

Jumat, 16 Oktober 2020

Perubahan Sosial

 Materi Sosiologi Kelas 12 (17 Okt 2020) 


PERUBAHAN SOSIAL

A. KONSEP DASAR PERUBAHAN SOSIAL


1. DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL


# Menurut Ahli

a. Samuel Koenig : Perubahan sosial menunjukkan pada modifikasi yang terjadi pada pola kehidupan manusia. Modifikasi tersebut terjadi akibat pengaruh intern dan ekstern.


b. Selo Soemardjan : Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perubahan tersebut mempengauhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok masyarakat.


c. William F. Ogburn : perubahan sosial terjadi ketika unsur materiel memberi pengaruh pada unsur imateriel.


# Pengertian secara umum

Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi secara terus menerus yang mencakup sistem sosial (pola pikir, pola perilaku, nilai) dan struktur sosial (lembaga sosial, kelompok, norma) didalam masyarakat.


2. CIRI-CIRI PERUBAHAN SOSIAL


a. Tidak ada masyarakat yang berhenti berkembang (dinamis)

b. Perubahan pada satu lembaga akan menyebabkan perubahan pada lembaga lainnya.

c. Perubahan yang cepat (revolusi) dapat menyebabkan disorganisasi dalam kelompok dan bersifat sementara

d. Perubahan sosial tidak hanya mencakup materiel / spiritualnya saja  tapi mencakup keduanya.


3. TEORI PERUBAHAN SOSIAL


a. Teori Evolusi adalah teori perubahan sosial yang terjadi secara bertahap / berurutan dalam waktu yang cukup lama.


Menurut Auguste Comte, hukum tiga tahap yang dialami oleh manusia / masyarakat secara revolusioner :

1. Tahap teologis, pemikiran manusia bahwa semua benda didunia mempunyai jiwa karena kekuatan gaib yang berada diluar kemampuan manusia.

2. Tahap metafisik, tahap transisi teologis menuju positivis.

3. Tahap positivis, kepercayaan terhadap data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir dalam segala bidang.


b. Teori Neoevolusi adalah teori bantahan dari evolusi, karena teori ini membahas bahwa perubahan sosial terjadi tidak secara bertahap tapi secara acak.


c. Teori Revolusi adalah teori perubahan sosial yang terjadi didalam masyarakat secara cepat, perubahan ini bisa menyebabkan suatu perpecahan / konflik.


d. Teori Sistem adalah teori perubahan sosial yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

- makro, membahas dunia secara keseluruhan.

- meso, hanya membahas tiap-tiap negara sendiri.

- mikro, membahas tingkatan yang lebih rendah dari meso.


e. Teori Modernitas adalah teori perubahan sosial yang membahas masyarakat moderen, didalam masyarakat moderen akan ada penemuan-penemuan, lalu penemuan tersebut bisa menyebabkan proses industrialisasi yang orang-orangnya bersifat kapitalis (orang yang kuat akan semakin kuat, orang yang lemah akan semakin lemah).


f. Teori Post Modern / Neomodernisasi adalah teori yang membahas tentang kejenuhan masyarakat moderen, mereka jenuh karena orang-orangnya memiliki sifat egois / individualisme / kapitalisme.


B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL


1. FAKTOR UMUM YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL


a. Faktor Internal adalah faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri.

Faktor internal penyebab perubahan sosial :

1. Penemuan Baru

     Didalam penemuan baru terdapat :

      - Discovery : penemuan yang benar-benar baru dan belum pernah ada sebelumnya.

      - Inovasi : penyempurnaan dari discovery.

      - Invention : penemuan baru yang sudah diakui dan digunakan oleh masyarakat luas.


 Penemuan baru didalam masyarakat didorong oleh bebrapa faktor yaitu :

a. Kesadaran individu / masyarakat berkaitan dengan keterbatasan fungsi nilai kebudayaan materiel, dan imateriel.

b. Kualitas sumberdaya manusia / ahli untuk mengolah sumberdaya alam dan teknologi.

c. Muncul rangsangan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dalam masyarakat.


2. Dinamika Penduduk / Perubahan Sosial

Dinamika penduduk berkaitan dengan pertambahan / penurunan jumlah penduduk yang dipengaruhi oleh kematian (mortalitas), kelahiran (fertilitas), perpindahan (migrasi).


3. Konflik Sosial

Konflik sosial mengakibatkan perubahan sosial. Konflik sosial selalu terjadi dalam kehidupan masyarakat terutama masyarakat multikultural. Banyak penyebab konflik dalam masyarakat, misalnya perbedaan kepentingan, pola pikir, individu, dan pandangan politik.


4. Pemberontakan

Pemberontakan dapat menyebabkan perubahan besar dalam masyarakat, misalnya Revolusi industri di inggris.


b. Faktor Eksternal adalah faktor yang berasal dari luar masyarakat.

Faktor eksternal penyebab perubahan sosial :

1. Pegaruh Kebudayaan Masyarakat Lain

Pertemuan dua kebudayaan atau lebih yang memiliki perbedaan latar belakang budaya dapat menyebabkan perubahan sosial budaya. Perubahan tersebut dapat terbentuk melalui proses asimilasi (penggabungan bebrapa budaya menjadi budaya baru), atau akulturasi (penggabungan beberapa budaya tanpa menghilangkan budaya aslinya).

- Apabila pengaruh kebudayaan bersifat damai dan tanpa paksaan disebut penetration passifique. Hasil dari pengaruh tersebut dinamakan demonstration effect.

- Apabila kebudayaan masuk dengan paksaan dinamakan penetration violent.

- Apabila hubungan antar kebudayaan saling menolak karena kedudukan yang seimbang disebut cultural animosity.


2. Peperangan

Peperangan yang muncul antar kelompok / antar negara dapat mengakibatkan perubahan sosial, karena pihak yang menang dalam peperangan memiliki keleluasaan untuk menguasai pihak yang kalah.


3. Bencana Alam

Dapat menyebabkan masyarakat disuatu wilayah harus berpindah tempat tinggal sehingga mengakibatkan perubahan sistem hidup dan perubahan struktural.


2. FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN SOSIAL


a. Kontak dengan kebudayaan lain

Kontak budaya yang mengarah pada interaksi memberi dampak positif, yaitu mengurangi prasangka negatif terhadap kebudayaan lain dan mencegah konflik sosial.


b. Sistem pendidikan yang maju

Pendidikan penting bagi masyarakat karena dapat membuka pikiran dan wawasan untuk melakukan perubahan sosial kearah kemajuan.


c. Sikap menghargai hasil karya

Penghargaan dapat memberi semangat untuk berinovasi.


d. Keinginan untuk maju

Perubahan terjadi karena adanya keinginan, pengharapan. Dorongan dalam diri sendiri untuk memperbaiki keadaan merupakn salah satu faktor pendorong perubahan sosial.


e. Sistem lapisan terbuka masyarakat

Sistem lapisan sosial terbuka memberi kesempatan setiap orang yang berkompeten untuk melakukan perubahan status sosial dalam hibupnya.


f. Peduduk yang heterogen

Penduduk heterogen memiliki kesempatan lebih besar untuk melakukan kontah budaya dengan masyarakat lain.


g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap berbagai bidang kehidupan


h. Orientasi pada masa depan

Masyarakat yang berorientasi pada masa depan selalu mengedepankan sikap terbuka untuk menerima dan menyesuaikan nilai sosial berdasarkan perkembangan budaya global.


3. FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN SOSIAL


a. Kontak sosial dengan masyarakat lain yang kurang

Masyarakat yang tinggal didaerah terpencil sering mengalami keterbatasan akses jangkauan publik seperti sarana transportasi dan komunikasi.


b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat

Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat dapat dipengaruhi oleh, sikap hidup masyarakat yang tidak ingin berkembang, keterbatasan ekonomi untuk menempuh pendidikan yang lebih baik, akses pendidikan yang tidak merata.


c. Sikap masyarakat tradisional

Masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat, mereka dipimpin oleh kepala adat yang memberi batasan-batasan tertentu agar nilai-nilai adat tetap terjaga. Hal ini mengakibatkan masyarakat sulit berubah menuju kehidupan yang lebih moderen.


d. Keinginan yang tertanam kuat

Orang yang memiliki kedudukan tinggi memiliki keinginan untuk mempertahankan kedudukan tersebut. Sikap tersebut dipengaruhi keinginan untuk tetap memperoleh fasilitas yang  disediakan organisasi kerja. Hal tersebut dapat menghambat perubahan status masyarakat yang memiliki kedudukan lebih rendah untuk masuk pada kedudukan yang lebih tinggi.


e. Perasaan takut terjadi kegoyahan pada kebudayaan sendiri

Masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan rendah  sering mengalami ketakutan ketika ada hal baru yang masuk dalam kebudayaannya. Ketakutan tersebut disebabkan kekhawatiran terjadinya keguncangan pada kebudayaan yang dianggap sudah mapan dan berkembang dengan baik.


f. Stereotip terhadap nilai budaya

Perasangka buruk / stereotip berkembang karena masyarakat selalu memberi penilaian negatif terhadap budaya baru yang masuk.


g. Adat kebiasaan yang tertanam kuat

Adat kebiasaan yang tertanam kuat menyebabkan perubahan sosial sulit terwujud karena mendorong pola pikir masyarakat bertahan pada konsep hidup konservatif.


Rabu, 14 Oktober 2020

Budidaya untuk lebih mencapai ketahanan pangan ternak

 Materi Prakarya (15 Okt) 

 


Budidaya Untuk Lebih Mencapai Ketahanan Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia. Menurut UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012, pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman. 


Budidaya Untuk Lebih Mencapai Ketahanan Pangan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Nutrisi yang dibutuhkan manusia terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Nutrisi yang dibutuhkan akan terpenuhi dengan baik jika mengkonsumsi sumber pangan beragam. Sumber pangan terdiri dari pangan nabati dan pangan hewani. Pangan nabati berasal dari tanaman, sedangkan pangan hewani berasal dari hewan terutama lemak dan protein sehingga dalam kehidupan sehari sering dikenal lemak dan protein nabati serta lemak dan protein hewani. Semua jenis nutrisi yang dibutuhkan harus dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dan seimbang. 


Saat ini pola konsumsi pangan masyarakat sudah berubah. Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi untuk tumbuh kembang serta peningkatan pendapatan cenderung mendorong peningkatan konsumsi bahan pangan yang menjadi sumber protein dan lemak, seperti ikan, telur, daging, dan susu.


Indonesia adalah satu negara yang berpendudukan besar sehingga jumlah pangan yang dibutuhkan juga besar. Usaha pemenuhan pangan menjadi persoalan penting bagi Bangsa Indonesia. Tingkat pertumbuhan penduduk harus disikapi secara serius untuk memenuhi kebutuhan pangan bangsa Indonesia sehingga ketahanan pangan dapat terwujud. 


Menurut Undang-Undang RI nomor 7 tahun 1996 tentang Budidaya Untuk Lebih Mencapai Ketahanan Pangan adalah suatu kondisi dimana setiap individu dan rumah tangga memiliki akses secara fisik, ekonomi, dan ketersediaan pangan yang cukup, aman, serta bergizi untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan seleranya bagi kehidupan yang aktif dan sehat. Terdapat tiga pilar utama dalam ketahanan pangan, yaitu: ketersediaan yang cukup, distribusi yang lancar dan merata, serta konsumsi pangan yang aman dan berkecukupan gizi bagi seluruh individu masyarakat. Agar dapat memenuhi kebutuhan individu dan/atau keluarga agar dapat memperoleh akses pangan baik secara fisik, maka proses distribusi pangan yang lancar dari produsen hingga ke pasar konsumen menjadi persyaratan yang utama. 


Di antara ketiga pilar ketahanan pangan, usaha untuk meningkatkan produksi pangan mendapat perhatian lebih banyak. Setelah dapat meningkatkan produksi pangan, maka tahap berikutnya adalah mendistribusikan pangan yang dihasilkan. Sebaran wilayah produksi pangan dan wilayah konsumsi sangat luas sehingga distribusi pangan sangat penting agar pangan dapat diperoleh oleh konsumen. Distribusi pangan tidak terlepas dari aspek pemasaran.

Jumat, 02 Oktober 2020

Perubahan Sosial dan Dampaknya

 Materi Sosiologi (3 Oktober) 


Selo Soemardjan, mengatakan bahwa globalisasi adalah proses terbentuknya sistem komunikasi dan organisasi antara masyarakat yang ada di seluruh dunia. Salah satu faktor yang memengaruhi globalisasi termasuk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tapi, globalisasi tentu memiliki dampaknya terhadap masyarakat, salah satunya dari sisi perubahan sosial.


Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah peralihan menuju ke arah yang berbeda dalam kehidupan masyarakat. Perubahan dalam berbagai aspek dapat memberikan dampak yang positif maupun negatif, termasuk globalisasi.


Dampak Positif Globalisasi

Globalisasi telah memudahkan masyarakat Indonesia untuk berhubungan dengan masyarakat di negara-negara lain. Salah satunya adalah mempercepat penyebaran informasi serta komunikasi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, khususnya internet. Lewat media sosial, misalnya, kita dapat mengetahui peristiwa yang baru saja terjadi di belahan Bumi lain hanya dalam hitungan menit.


Selain itu, globalisasi juga membantu kita dalam beraktivitas sehari-hari lho. Misalnya saja kita bisa mendapatkan tips-tips untuk memasak dari video yang diunggah oleh orang Eropa. Orang di negara-negara yang berbeda tentu menjalani kehidupan yang berbeda pula dengan kita sebagai orang Indonesia. Menggunakan internet, kita bisa mengetahui kebiasaan mereka dan jika kita dapat meniru hal-hal yang baik, tentu akan memudahkan kehidupan kita.


Berkat globalisasi, penyebaran informasi, komunikasi, dan teknologi baru juga dapat meningkatkan produktivitas industri. Semakin tinggi produksi, tentu perusahaan memerlukan lebih banyak tenaga kerja. Hal itu kemudian berdampak pada peningkatan lapangan pekerjaan.


Dampak Negatif Globalisasi

Walaupun globalisasi memberikan hal-hal positif, ada beberapa dampak yang berakibat buruk bagi perubahan sosial. Yang rentan menerima akibat negatif dari globalisasi adalah budaya lokal. Jika masyarakat lebih menyenangi budaya luar, orang-orang yang mampu meneruskan budaya tradisional akan berkurang. Karena itu, kita harus memiliki kesadaran untuk mencintai budaya sendiri agar tidak terganti oleh budaya asing.


Selain itu, kita juga mulai membanding-bandingkan kondisi di Indonesia dengan di luar negeri. Walaupun hal tersebut dapat memotivasi agar kita menjadi negara yang lebih baik, ada pula saat ketika kita iri melihat bangsa lain. Bagi penguasa, kondisi itu dapat meningkatkan rasa haus akan kekuasaan dan keinginan untuk menguasai daerah tersebut.


Terakhir, gencarnya perkembangan teknologi juga membawa berita buruk bagi lingkungan. Pabrik-pabrik yang semakin banyak untuk memenuhi permintaan akan produk digital akan menghasilkan polusi yang juga meningkat. Sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan perangkat digital akan dikeruk habis-habisan dan dapat menyebabkan kelangkaan.

Jumat, 25 September 2020

Pengaruh Globalisasi Terhadap Remaja

 Materi Sosiologi XII IPS (26 Sept) 



Moral atau perilaku anak remaja di Indonesia mengalami perubahan karena adanya pengaruh dari negara luar yang dibawa ke Indonesia. Semua langsung diserap tanpa memikirkan atau memilah perilaku yang seharusnya diambil oleh remaja sekarang ini. Dahulu bisa dibilang moral anak bangsa dapat diacungi jempol. Hal ini dapat dilihat dari tata kramanya, sopan santun dan tutur bahasanya yang baik. Tetapi, saat ini moral atau perilaku anak remaja di Indonesia sangat memprihatinkan.


Banyak sekali perilaku-perilaku menyimpang yang kian marak terjadi di Indonesia. Penyimpangan tersebut sebagian besar dilakukan atau dialami oleh anak remaja. Penyimpangan yang dilakukan biasanya free sex, narkoba dan lain-lain. Kejadian inipun sangat memprihatinkan bagi Indonesia karena anak remaja merupakan generasi penerus bangsa


Beberapa pengertian globalisasi: a) Globalisasi adalah sebuah perubahan sosial berupa bertambahnya keterkaitan diantara elemen-elemen yang terjadi akibat perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional. b) Globalisasi juga bisa diartikan proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain. c) Selain itu globalisasi juga berarti meningkatnya saling keterkaitan antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik dan pertukaran kebudayaan. Jadi globalisasi mencakup semua bidang seperti proses perubahan sosial, arus informasi, aliran barang, jasa dan uang serta pertukaran budaya.

Pengaruh yang ditimbulkan globalisasi terhadap moral suatu bangsa arus modernisasi dan globalisasi itu mempunyai banyak nilai positif dan negatifnya: Segi positifnya, informasi yang didapat menjadi lebih cepat dan akurat daripada masa-masa sebelumnya yang kebanyakan masih menggunakan cara-cara manual. Selain itu, semua orang juga merasa senang apabila ikut serta terhadap perkembangan zaman. Mereka tidak mau dikatakan ketinggalan zaman. Malah orang yang tidak mengikuti era globalisasi ini seringkali diejek oleh teman sejawatnya.


Sisi negatif dari arus modernisasi dan globalisasi pun juga tak kalah sedikitnya, fasilitas- fasilitas yang ada di era globalisasi ini sebagian besar disalahgunakan oleh para penggunanya. Contoh, internet sekarang ini sering dijadikan arena untuk mencari situs-situs porno, handphone digunakan untuk menyimpan data-data yang tidak mendidik moral seseorang, dan lain-lain. Pengaruh globalisasi terhadap remaja itu begitu kuat.




Setelah membaca materi di atas, 

Jawablah pertanyaan berikut:

Menurutmu sebagai remaja milenial, Bagaimana saja langkah-langkah yang bisa dilakukan agar tidak terpengaruh dengan pengaruh buruk globalisasi???



Tulis jawaban kalian di kolom komentar dengan format

Nama Lengkap:

Sekolah dan kelas:

Jawaban: