Kamis, 15 Desember 2016

Salam Rinduku



Wahai sang pemilik keabadian
Begitu ingin jiwa ini selalu menyimpan rindu,
Rindu yang selalu menggebu di relung qalbu
Bersama siratan namamu yang penuh syahdu
          Wahai sang penguasa malam
          Yang memiliki malam tanpa batas
          Izinkan aku bersandar untuk sejenak
          Tuk sampaikan sepenggal untaian kisahku
Tak mampu lagi hati ini menahan
Rasa rindu padamu di akhir malam
Sampaikan keluh kesahku
Pada sang Maha Kasih..
          Terkirim rentetan pinta dan harapan
          Termohonkan maghfiroh
          Yang tiada batas
          Atas segala khilaf yang terjalani
Wahai sang penakluk rindu
Pemilik jiwa nan penuh sendu
Tak berhenti raga ini
Memohon pada sang Ilahi Robbi
          Pertemukan jiwa ini
          Dengan kisah yang hakiki
          Tanpa guratan pertentangan
          Hingga tutup usia...

20 November 2016

Sekilas Bayangmu



ArrgGGh...
Sudahlah...
Aci kembali menghempaskan dirinya di atas tempat tidur, sepulang sekolah. Dia merasa sangat lelah. Apalagi setelah mengetahui semua hal yang baru ia dapat dari sms salah satu temannya. Baru saja dia ingin melepaskan semuanya. Namun hanya dalam beberapa detik, Aci kembali melihat sosok lama yang saat itu sedang tak ingin melintas dalam bayangannya.
Aci tak tau lagi harus berbuat apa untuk mengambil sikap pada semua hal yang telah terjadi. Karena bahkan tak ada kata yang mampu diterjemahkan olehnya lagi. Rasa terkuat hanyalah emosi, emosi, emosi semata. Tanpa bisa diketahui alasan apa yang sebenarnya tersimpan.
Dia hanya bisa mengamuk dalam fikirannya sendiri.
“Aku lelah... Aku tak ingin ada yang menggangguku” gumamnya dalam lamunannya. Dia benar tak ingin ada siapapun atau hal apapun yang mengganggunya. Aci benar-benar ingin mengosongkan semua hal yang memenuhi hati dan fikirannya saat itu.
“aku tak berhak mengusirmu, namun jika kau datang untuk saat ini, aku berharap kau tak pernah menyesal karena datang di waktu yang paling tidak kuinginkan” begitulah Aci menuliskan kemarahannya di alam bawah sadarnya pada seorang yang tertulis nama di hp sebagai pengirim sms barusan.
Aci pun menutup kemarahannya dengan sebait do’a..
“Aku berharap My God, aku tak melakukan hal itu padamu. Aku tak ingin kau melangkah pergi bersama percikan api yang kian menggelegar bersama hadirmu”
0171116

Rabu, 16 November 2016

Misteri yang ada

Kamu adalah apa yang kamu fikirkan..
Jika kamu berfikir baik tentangku, aku pun akan baik sesuai apa yang kamu fikirkan..
              Jika kamu berfikir buruk tentangku pun, aku akan buruk seperti yang kamu fikirkan
Maka silahkan kau bentuk MindSet mu sendiri
Dengan sebab akibat yang kau ciptakan sendiri pula
Suatu hal yang harus disadari
Semesta tak pernah memilih orang yang salah
Semesta tau apa dan bagaimana
Satu hal yang tak pernah menjadi kebencian
Ketika alam memelukku begitu erat
Seakan tak ingin melepaskan cengkramannya
Pada suatu kisah seorang anak manusia yang memiliki jutaan wajah dibaliknya
Tak ada siapapun
Atau satu hal apapun
Yang mampu menerjemahkan makna yang pernah tersirat
Karena
Misteri Kehidupan
Akan dan selalu ada
Begitu juga dengan apa saja rangkaian kata yang pernah kau baca dalam Blog ini
kau tak pernah mampu
menemukan makna yang hakiki
karena aku tak kan pernah menuliskan
salah satu dari dua hal
yang sangat bertentangan
yaitu
Cinta
Dan
Benci
Memang salah
Jika aku mempertentangkan kedua hal itu
Karena dua kata itu bukanlah pilihan Antonim yang tepat
Atau bukan pula Kopula yang pantas disandingkan
Namun..
Dari ketidak jelasan yang pernah ada
Atau bahkan pernah kamu ketahui
Akan ada saat dimana kisah itu menjadi Realita
Yang kan kamu temui

Dalam Lembaran yang Kau miliki

Kisah baru yang tersampaikan

Aku kembali menemukan kata yang lebih pantas memberi makna pada kisahku..
Maaf...
Dan Terimakasih
Kata itulah yang berhasil ku temukan di sore hari ini..
Menemaniku menutup lelahnya hati saat tak ada lagi tempat berlabuh,
Tak pernah berhenti mengharap Ridho pada Sang maha Kasih,
Miliki hati yang selalu bisa memafkan,
Untuk apapun dan siapapun..
Jika kamu bertanya siapakah aku..
Inilah aku, seperti yang kamu lihat
Bukan siapa-siapa
              Jika kamu pun bertanya dimana aku berada
              Maka disinilah aku berada saat ini..
Satu hal yang sempat terlupakan olehku,
Ketika aku sudah diberi kesempatan berada disini
Terimakasih
Kata yang selalu kuharap bisa mewakili segalanya
Terimakasih Tuhan..
Atas segala apa yang kau Izinkan untukku
Hingga aku bisa berada disini
Satu hal yang harus kusadari
Aku tak boleh terjatuh...
Aku tak boleh tenggelam
Dalam berbagai hal apapun
Aku tak boleh terpuruk
Aku tetap harus bangkit
Aku diatas,
Aku tak boleh berada di dasar jurang keterpurukan
Yang tak pernah kuimpikan
Aku yakin..
Aku bisa
Aku punya mimpi..
Aku punya dunia impian
Yang bisa membawaku pergi dari tempat yang tak pernah kuinginkan saat ini
Aku bisa pergi
Dari semua hal yang kutau tak baik untukku
Aku tak boleh menyerah
Tak ada yang berhak menghancurkanku
Ini kisahku
Ini lembaran yang kan kutulis hingga akhir masaku
Terimakasih atas rasa yang telah tersampaikan
Aku tau..
Aku mencintaimu..
Aku menyayangimu..
Namun..
Aku juga membencimu...
Maafkan aku
Yang tak miliki kebaikan apapun
Tuk kupersembahkan padamu
Pada orang yang paling kucintai sekalipun
Atau bahkan paling ku benci
Dalam sejarah hidupku yang kumiliki
Kau tak tau
Dan tak kan pernah mampu mengetahui
Kisah yang tersimpan
Dengan penuh guratan makna
Yang tak kan mampu kau pahami...
Karena kau bukan siapa-siapa
Dan tak kan pernah menjadi siapapun
Atau apapun
Sampai kapanpun....

Dunia Tanpa Batas,


Berbagi Kisah

Jika kata tak lagi mampu terangkai, hanya sebait tulisan ini yang menemaniku menghabiskan sisa waktu yang kumiliki...


Aku tak berhak memiliki kisah ini,
Aku hanya diberi hak untuk menuliskannya dalam Lembaran yang kumiliki
 Aku udah nggak tau lagi apa yang harus kuketahui...
Aku juga tak tau apa yang seharusnya akan ku tulis saat ini.
Karena bahkan tak ada lagi kata yang mampu untuk ku rangkai, walau hanya untuk mengungkapkan apa yang ada di fikiran atau hatiku saat ini.
Kata apapun yang tertulis seakan tak pernah mampu memaknai apa yang sesungguhnya ada.
Aku tak tau lagi..
Kemana waktu akan membawa kaki ini melangkah..
Harus pada siapa
Dan harus kemana lagi
Aku mencari
Semua itu seakan sirna
Aku tersesat
Aku terjebak
Aku tak tau arah
Kemana aku harus menuju
Hati dan fikiranku seakan benar-benar mati
Namun raga ini masih bernyawa
Aku ingin pergi,
Aku tak ingin berada disini
Tapi aku juga tak tau aku ingin berada dimana untuk saat ini
Aku tak ingin ada di dunia
Aku tak ingin ada dalam kehidupan ini
Aku hanya ingin berada dalam khayalan
Dunia impian,
Dunia imajinasiku sendiri
Yang bahkan saat ini tak tau apakah masih ada...

Aku terjatuh...
Namun aku tak ingin ada air mata menemaniku saat ini

Tuhan...
Jika aku boleh memilih, aku tak ingin berada di dunia ini
Aku tak ingin merasakan apapun yang saat ini kurasakan
Andai aku boleh memohon,
Aku tak ingin memiliki hati yang bisa mencintai, menyayangi atau bahkan membenci...
       Aku ingin meminta padaMu Tuhan,
       Bawa pergi semua rasa yang ada padaku saat ini
Aku tak ingin mencintai siapapun
Aku juga tak ingin membenci siapapun
Aku tak ingin ada hati yang tersakiti
Atau menyakitiku..
       Aku lelah Tuhan..
       Lelah selelah-lelahnya..
Mengapa harus ada pertemuan..
Mengapa Tuhan..
Kau harus mempertemukanku dengannya
Mengenalkan dia kepadaku..
Bahkan membawa masuk dalam kehidupanku...
       Aku tak ingin ada nama yang tersimpan..
       Untuk hari ini dan selanjutnya...
Mengapa aku harus mengenal mereka
Jika aku tak pernah tau apa makna semua pertemuan ini..
       Tuhan..
       Jika aku boleh memohon,
       Aku tak ingin bisa mencintai
       Jika semua itu akan kembali pergi..
Aku tak ingin mengenal apa itu Cinta Tuhan..
Cukuplah aku mengenal kasih sayang dari Orang-orang yang mengasihiku..





Lamongan, 161116